Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2017

Ketimpangan Kekayaan di ASEAN, Indonesia Nomor Dua
Potret kemiskinan di Jakarta. TIRTO/Andrey Gromico
Berdasar laporan Credit Suisse, kekayaan rata-rata orang dewasa (di atas 20 tahun) paling tinggi di seluruh negara ASEAN terdapat di Singapura. Rata-rata orang dewasa di Singapura memiliki kekayaan sebesar $276.885. Sedangkan Indonesia menempati posisi ke-4 dengan kekayaan rata-rata mencapai $10.772. Sedangkan orang dewasa di ASEAN yang memiliki kekayaan paling rendah adalah Myanmar yang hanya $2.221.

Rendahnya simpanan kekayaan masyarakat Myanmar dibanding negara ASEAN lain tak lepas dari upah minimum di Myanmar yang juga paling rendah di ASEAN. Di Myanmar, upah minimum bulanan pada 2016 sebesar $79,80 (setara Rp1.037.400). Bandingkan dengan Laos yang memiliki upah minimum $113,32. Dengan upah minimum itulah kekayaan rata-rata orang dewasa di Laos bisa mencapai $6.687 per orang dewasa, lebih dari tiga kali lipat ketimbang Myanmar.

Ketimpangan Kekayaan di ASEAN, Indonesia Nomor Dua Studi Credit Suisse ini memperlihatkan pula ketimpangan kekayaan di negara-negara ASEAN. Secara umum, kepemilikan kekayaan oleh orang dewasa di kawasan Asia Tenggara ini masih belum merata. Ini terlihat dari nilai indeks Gini yang masih berada lebih dari 50% dan mendekati 100%. Indeks Gini ialah distribusi pendapatan atau kekayaan yang menunjukkan seberapa merata pendapatan dan kekayaan didistribusikan di antara populasi.

Brunei ialah negara ASEAN yang lebih merata kepemilikan kekayaannya. Ini ditunjukkan dengan indeks Gini Brunei yang mencapai 68%. Sedangkan Thailand adalah negara yang paling tinggi ketimpangan kepemilikan kekayaannya. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua dalam hal ketimpangan kekayaan di ASEAN.
Ketimpangan Kekayaan di ASEAN, Indonesia Nomor Dua
Ketimpangan kepemilikan kekayaan di Indonesia tak lepas dari sebaran nilai kekayaan masyarakat. Proporsi masyarakat Indonesia yang memiliki kekayaan kurang dari $10.000 mencapai 84,30%, sedangkan yang memiliki kekayaan lebih dari $1 juta hanya 0,1%.

Ketimpangan kekayaan ini juga tak lepas dari rentang upah minimum di Indonesia yang dapat menjadi indikator proporsi tabungan dan investasi. Rentang upah di Indonesia pada 2016 dimulai dari $85,56 hingga $230,64. Rentang yang sangat jauh ini menjadi tolok ukur nilai tabungan/investasi yang sangat beragam di Indonesia.

Itu berbeda dengan Brunei, yang mayoritas kekayaan orang dewasa di kisaran $10.000-100.000. Masyarakat yang memiliki kekayaan kurang dari $10.000 hanya 35% dan pemilik kekayaan lebih dari $1 juta sebesar 0,3%. Sebaran yang memusat di tengah inilah yang membuat proporsi pemilik kekayaan di Brunei lebih merata ketimbang negara ASEAN lain. 

TNI AD Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Lahan Kosong
Pekerja memisahkan cabai rawit dari tangkainya di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/1). Meski mengalami penurunan, harga cabai rawit di pasar tersebut masih relatif tinggi. Untuk cabai rawit berkuliatas bagus harganya mencapai Rp90.000 per kilogram dari sebelumnya Rp95.000 per kilogram, sedangkan untuk cabai rawit berkualitas rendah Rp70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp75.000 per kilogram. ANTARA FOTO/Moch Asim.
Jajaran TNI Angkatan Darat di Surabaya menggalakkan gerakan tanam cabai dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar lingkungan tempat tinggal. Gerakan ini, juga sebagai bagian dari mengatasi lonjakan harga cabai di pasaran sehingga dengan melakukan penanaman sendiri bisa membantu mengurangi beban masyarakat.

"Kami ajak masyarakat menanam cabai rawit maupun cabai besar di lahan kosong maupun sekitar perumahan," ujar Komandan Koramil 0831/05 Rungkut Mayor Inf Supriyo Triwahono kepada wartawan di Surabaya, Rabu, (11/1/2017) seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, gerakan tanam cabai untuk memberikan pengetahuan dan contoh tentang teknik bercocok tanam cabai yang baik sehingga dapat menarik minat serta animo masyarakat.

"Warga bisa menggunakan lahan kosong di sekitar rumah mereka menjadi lahan produktif yang bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, bahkan lebih jauh lagi dapat menjadi komoditas menguntungkan jika dilakukan dalam skala besar," ucapnya.

Pihaknya juga membagikan 1.000 pohon bibit cabai kepada kelompok tani "Maskot Subur" untuk ditanam di lahan kosong milik petani Jono dengan luas 2.500 meter persegi di Kelurahan Kalirungkut Surabaya.

TNI AD, kata dia, juga mengajak masyarakat menanam cabai menggunakan "polybag" atau pot di sekitar rumah sebagai pengganti tak adanya lahan memadai.

Tak hanya itu, pihaknya mewajibkan seluruh anggota Koramil menanam cabai di lingkungan kantor serta di rumah anggota menggunakan pot.

"Produktivitas buah atau hasil yang didapat dari bertanam cabai di pot hasilnya hampir sama dengan yang ada di lahan pertanian, begitu pula mutu produk," katanya.

Keuntungan lainnya, bertanam di pot merupakan alternatif pemenuhan kebutuhan konsumsi buah dan sayuran segar, harganya murah, tahan lama, ringan, tidak cepat kotor dan mudah didapat.

Harga Minyak Dunia Naik, Terdorong Pelemahan Dolar AS
Pengeboran minyak [Foto/Shutterstock]
Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena dolar AS melemah setelah Presiden AS terpilih Donald Trump gagal merinci rencana stimulus ekonomi pada konferensi pers pertamanya.

Dolar jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu, (11/1/2017) dengan indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,49 persen menjadi 101,510 pada akhir perdagangan, kutip Antara dari kantor berita Xinhua, Kamis (12/1/2017).

Sementara itu, pada akhir perdagangan New York tercatat Euro naik menjadi 1,0601 dolar dari 1,0559 dolar, dan pound Inggris naik tipis menjadi 1,2232 dolar dari 1,2160 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,7453 dolar dari 0,7364 dolar.

Dolar dibeli 115,07 yen Jepang, lebih rendah dari 115,75 yen di sesi sebelumnya. Dolar jatuh menjadi 1,0124 franc Swiss dari 1,0167 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,3168 dolar Kanada dari 1,3234 dolar Kanada.

Pelemahan tersebut berdampak pada harga minyak dunia. Melemahnya dolar AS membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, berita bahwa Arab Saudi akan mengurangi pasokan minyak mentah ke Asia pada Februari juga mendorong harga minyak di pasar lebih tinggi.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, meningkat 1,43 dolar AS menjadi menetap di 52,25 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, bertambah 1,46 dolar AS menjadi ditutup pada 55,10 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. 

Mentan Gencar Ajak Ibu Rumah Tangga Tanam Cabai
Petani menunjukkan cabai rawit yang rusak di Desa Montok, Larangan, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (6/1). Dalam sepekan terakhir harga cabai rawit di Madura naik dari Rp80.000 per kg menjadi Rp100.000 per kg karena sebagian besar tanaman tersebut gagal panen akibat faktor cuaca. ANTARA FOTO/Saiful Bahri.
Gerakan Tanam Cabai sebanyak lima pohon di setiap rumah gencar disosialisasikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada ibu-ibu rumah tangga. Sebabnya, seperti yang diketahui, harga cabai hampir di setiap daerah di Indonesia sedang mengalami kenaikan.

"Gerakan menanam cabai ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami berbagai jenis sayur dan cabai. Hal ini penting dilakukan untuk menyikapi fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap tahun," kata Amran di Kendari, Kamis (12/1/2017).

Amran Sulaiman berada di Kendari dalam rangka panen pedet sapi Bali di Kabupaten Konawe Selatan dan penanaman jagung di Kabupaten Konawe Utara.

Mengatasi masalah fluktuasi harga cabai, menurut Amran, sebenarnya hanya butuh kemauan masyarakat atau warga karena cukup dengan media sederhana seperti kantung plastik, sudah bisa menghasilkan cabai.

"Kalau ibu-ibu bisa mengurangi ngegosip lima menit sehari kemudian digunakan menanam cabai lima pohon, maka tuntas persoalan cabai karena lima pohon itu bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga beberapa bulan," katanya.

Hanya karena persoalan cabai, Amran menambahkan, keberhasilan Kementan meningkatkan produksi 13 komoditas pangan menjadi tenggelam.

"Beberapa hari terakhir ini, kami merasa terganggu harga cabai rawit yang meningkat. Tapi terima kasih itu mendorong saya membuat lompatan atau terobosan untuk meningkatkan produksi cabai," katanya.

Keuntungan menanam cabai untuk kebutuhan sendiri, kata Amran, akan diperoleh cabai segar, menekan pengeluaran belanja dan menekan inflasi.

"Harga cabai ini menjadi salah satu pemicu inflasi sehingga perlu ada gerakan yang sederhana seperti tanam cabai lima pohon per rumah yang manfaatnya sangat besar," katanya seperti dikutip Antara.

Terkait harga cabai yang fluktuatif, Kementerian Pertanian pada Rabu (11/1/2017) justru memperkirakan produksi cabai secara nasional selama Januari 2017 mengalami kelebihan atau surplus sebanyak 5.000 ton.

Hal itu dipaparkan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono saat panen cabai rawit varietas Mhanu di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurutnya, pada Januari produksi cabai diperkirakan sebanyak 73 ribu ton sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 68 ribu ton.

"Dengan begitu, selama Januari ini produksi cabai surplus sebanyak 5.000 ton. Untuk Januari, ini prognosa saya, sebenarnya surplus," katanya.

Spudnik mengungkapkan sebenarnya konsumsi cabai per kapita masyarakat Indonesia sangat kecil yakni sekitar 1,26 kilogram per kapita per tahun atau hanya 0,105 kilogram per kapita per bulan.

"Kalau dibagi per hari, hanya 35 gram (per kapita). Artinya kan tidak perlu terlalu panik," katanya.

Dirjen menegaskan setelah pihaknya melakukan peninjauan ke sejumlah daerah sentra produksi cabai di tanah air dapat dipastikan bahwa ketersediaan komoditas tersebut cukup terjamin,.

Dia mencontohkan di Kediri saat ini terhadap areal pertanaman cabai seluas 5.000 hektare begitu juga di Banyuwangi sekitar 4500 ha, serta Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Menurut dia, seharusnya masyarakat tidak perlu terlalu bergantung pada cabai rawit yang saat ini harganya melambung tinggi, karena masih ada cabai merah besar dan cabai keriting yang harganya lebih murah. 

Blogroll

Wikipedia

Hasil penelusuran

Total Tayangan Halaman

Translate

About